muhasabah diri
Yaa Allah, izinkan hamba menghadap-Mu dengan segenap harap. Tak lain karena hamba dhoif, banyak salah, dan dosa. Kesalahan telah membuat nurani hamba beku, karena hamba sering melalaikan suruhan-Mu. Dosa-dosa telah menjadikan hati hamba layu, karena mudahnya hamba melanggar larangan-Mu. Sebenarnya, dengan itu semua, hamba malu menemui-Mu, tak sanggup bersimpuh, menengadahkan tangan, dan berdoa menghiba. Tetapi, Yaa Allah, Yaa Ghoffaar . Jika bukan mengadu dan memohon kepada-Mu, kepada siapa lagi hamba harus berpaling. Sebab, hamba bersaksi: Tiada kekuasaan melampaui Kekuasaan-Mu. Tak ada keadilan melebihi Keadilan-Mu. Tiada kasih-sayang mengatasi Kasih-Sayang-Mu. Sungguh, jangan biarkan hamba tertinggal di pojok gelap sejarah, jangan biarkan hamba terpuruk di sudut kelabu putus asa. Maka, terimalah hamba, menghadap, menghiba, dan meminta kepada-Mu. Engkau sajalah yang mudah memaafkan, ringan mengampuni, dan enteng mengabulkan doa. Yaa Allah, Yaa ‘Aliim. Hamba pernah merasaka...